Selasa, 08 Juli 2014

I woke up unexpectedly at night
This voice I hear , is it my window of hope?
Or is it from the depth of my mind ?
My eyes are wide open, and yet I don' t know
Can' t find the reason to live
Feel just mad pain
Feel just mad pain
When did this happen ?
My heart is in pain and it won ' t stop
Feel just mad pain
Feel just mad pain
Everything seems to be a lie
And everything keeps deceiving me
I woke up flapping my wings
The scattered agony and the reality warns and
wanders in my tears
The confusion weighs in again
The unstoppable voices start a diffused reflection
Can it be erased ?
Can it be killed ?
I close my eyes, but I don' t know
Can' t find a single proof that I' m living
In this transitory world
I stare into my heart becoming stained
And I ' m alone and I can' t do anything
In the pain
Feel just mad pain
Feel just mad pain
Why?
I hold dear within my ill gotten beliefs
Why?
I welcome tomorrow without understanding today
I woke up flapping my wings
The scattered agony and the reality warns and
wanders in my tears
It bloomed in the traces of my tears
Held by nothingness
In the voice that won ' t stop ringing
Deep inside the burned out truth
Is the one piece of hope

Jumat, 04 Juli 2014

krisis

本当の私はどこにきえた?
このままじあ…

私…

は…

Selasa, 27 Mei 2014

Sabtu, 29 Maret 2014

Minggu, 16 Februari 2014

"But you killed me anyway..."

Kalian tahu kelemahanku. Kalian tahu kekuatan tersembunyiku. Aku mengatakan semuanya pada kalian. Semua yang berpotensi menghabisiku, tanpa curiga bahwa suatu saat kalian akan menyerangku di tengah-tengah perasaan aman yang melengahkan...

Aku percaya.

Tapi kalian ternyata membunuhku juga...


mengertilah

I rely on you.

I trust you all, more than anyone.

But why would you set me in a situation I fear the most?

It's killing me...

Minggu, 09 Februari 2014

I Miss Her

Uwaa... ( ; _ ; )

Entah kenapa tiba-tiba daku keingetan soal nenekku. Dan, tiba-tiba nangis sendiri. Huee... ; _ ;

Daku sedih syekali rasanya. Agak merasa jadi cucu yang tidak baik juga. Gara-gara banyak kendala, daku sangat jarang nengokin nenek ( ; _ ; ). Padahal diharapkan banget. Nenekku yang nggak pernah minta apa pun, tapi selalu ngelakuin apa pun biar cucunya senang. Nenekku yang nggak pernah tidur tiap cucu-cucunya dateng cuma buat melewatkan kesempatan langka ngelihatin cucu-cucunya tidur di rumahnya. Nenekku yang tiap harinya sendirian aja berandai-andai kapan kiranya cucunya nengok. Nenekku yang sangat lembut dan baik hati. Nenekku yang selalu kesepian...-->lagi sentimental #AbaikanAja

Hiks... ( ; _ ; )

Nenekku udah tua. Satu-satunya harapannya cuma sering ketemu daku dan adik-adikku. ( T _ T ) Daku pengen nangis kalau ingat katanya-katanya yang ini; "Nanti waktu kamu menikah 'Yang masih bisa lihat ndak ya?"

...it breaks my heart over and over.

Doaku untukmu selalu, Nenek~ ( T _ T )

Dengan air mata membanjir,
Cindy

Kamis, 30 Januari 2014

Jumat, 17 Januari 2014

Astaghfirullah...

Hhh...

Gimana, ya?

EEEEEERGH!!!! BOLEH TERIAK BENERAN GAK, NIH?!

Astaghfirullah...

Daku punya kalimat penyemangat setiap kali ngerasa capek; bilang capek nggak akan ngurangi rasa capek itu sendiri. Tapi... tapi... tolong izinkan daku berkeluh kesah untuk kali ini saja uowowow~ *deshplakk*

Kenapa ya, lingkunganku beberapa hari terakhir hectic buanget rasanya. Daku yang orangnya terlalu volatil ini jadi kebawa stres dan malah sempat tumbang berhari-hari. Barangkali kebawa suasana anak-anak yang... apa ya... ribet banget gitu masalah ujian. Padahal daku anaknya angin-anginan banget gini. Entah kenapa orang-orang di sekelilingku terlihat bergerak dengan kecepatan tinggi dan bergerak gak beraturan sampe bikin daku (selaku pengamat) jadi pusyiang lihatnya.

Hhh...

Cuma masalah ujian...

Baru masalah ujian...

Tapi sebetulnya bukan cuma itu.

Btw, yang bener-bener bikin daku gak tahan kali ini itu masalah kosan. Rasanya pengen meledak gara-gara suasana di sini, tapi daku gak ada tenaga lagi. Daku sampe BINGUNG mau gimana lagi njelasin keadaan kosan daku. Sekarang ini, di luar kamar ini, mbak-mbak kosan (yang kusebut 'wanita-wanita menakutkan') lagi misuh-misuh, mukul-mukul barang, memaki-maki, ngomel-ngomel, etc etc. (Perhatian: ini beneran, bukan kiasan.)

Asskdfjasiufhasilgjiakslhgasss!!!

Dengan bahasa yang paling sopan bisa kubilang kalau kosanku ini bobrok banget. Bangunannya ya maksudku. Coba bayangkan gimana rasanya kalau; pulang sore dari sekolah, nyampe gerbang lihat GUNUNGAN sampah yang belum diangkut, bagian depan kosan lagi dibangun dan itu artinya kosan kotor, musim hujan; bocor dari mana-mana dan akhirnya bagian dalam kosan becek di mana-mana. Baru masuk kosan aja rasanya udah juengkel setengah mati. Joroknya minta ampun. Daku mencoba sabar dan memilih untuk ndekem di kamar saja.

Masalah selesai...

...kukira.

Tapi ternyata belum.

Daku sudah di kamar tapi suasananya sangat nggak enak. Daku paling nggak tahan dengar suara orang teriak. marah, ngomel, atau mengungkapkan kemarahan. Kenapa? Karena bikin pengen marah juga (makanya daku benci bagian ngereto di LDK). TAPI SEJAK TADI ITU MBAK-MBAK KOSAN NGOMEL-NGOMEL DI DEPAN KAMARKU!!

Astaghfirullah... (Daku sholat Maghrib sampe dua kali gara-gara nggak khusyu'. Daku ngaji dengan suara lebih nyaring daripada biasanya. Niatnya biar mbak-mbaknya pindah tempat atau melanin suara. Tapi suaranya embaknya keras banget. Ya Allah, daku nggak bermaksud nguping. T___T)

Jadi ceritanya, mbak-mbak kosan pada sebel sama keadaan kosan yang sangat bobrok itu. Masalah sampah yang di depan, katanya gara-gara yang punya kos belum bayar uang sampah apa gimanaaa gitu. Terus pengurus kosan semingguan ini gak dateng. Mbak-mbaknya kayaknya dendam banget sama ibu pemilik kosan (sampe misuh-misuh etc). Mbaknya rundingan macem-macem buat minta pertanggungjawaban sama ibu kos. Akhirnya mbak-mbak itu ng-SMS dan jawaban ibu kosnya bikin suasana makin panas. Intinya SMS balasan itu isinya "kalo nggak suka di sini mending anak-anak cari kosan lain aja". WTF!!!

Hhh...

Astaghfirullah...

Apa nggak capek gitu ya, ngomel-ngomel berjam-jam gitu? Daku yang marah dengan hanya diam saja aja lemes banget og. Yak, sampe sekarang omelan-omelan para wanita menakutkan itu masih berlanjut. Semoga cepet selesai karena daku sama sekali nggak bisa konsentrasi sekarang...

Astaghfirullah...