Sabtu, 29 Maret 2014

Minggu, 16 Februari 2014

"But you killed me anyway..."

Kalian tahu kelemahanku. Kalian tahu kekuatan tersembunyiku. Aku mengatakan semuanya pada kalian. Semua yang berpotensi menghabisiku, tanpa curiga bahwa suatu saat kalian akan menyerangku di tengah-tengah perasaan aman yang melengahkan...

Aku percaya.

Tapi kalian ternyata membunuhku juga...


mengertilah

I rely on you.

I trust you all, more than anyone.

But why would you set me in a situation I fear the most?

It's killing me...

Minggu, 09 Februari 2014

I Miss Her

Uwaa... ( ; _ ; )

Entah kenapa tiba-tiba daku keingetan soal nenekku. Dan, tiba-tiba nangis sendiri. Huee... ; _ ;

Daku sedih syekali rasanya. Agak merasa jadi cucu yang tidak baik juga. Gara-gara banyak kendala, daku sangat jarang nengokin nenek ( ; _ ; ). Padahal diharapkan banget. Nenekku yang nggak pernah minta apa pun, tapi selalu ngelakuin apa pun biar cucunya senang. Nenekku yang nggak pernah tidur tiap cucu-cucunya dateng cuma buat melewatkan kesempatan langka ngelihatin cucu-cucunya tidur di rumahnya. Nenekku yang tiap harinya sendirian aja berandai-andai kapan kiranya cucunya nengok. Nenekku yang sangat lembut dan baik hati. Nenekku yang selalu kesepian...-->lagi sentimental #AbaikanAja

Hiks... ( ; _ ; )

Nenekku udah tua. Satu-satunya harapannya cuma sering ketemu daku dan adik-adikku. ( T _ T ) Daku pengen nangis kalau ingat katanya-katanya yang ini; "Nanti waktu kamu menikah 'Yang masih bisa lihat ndak ya?"

...it breaks my heart over and over.

Doaku untukmu selalu, Nenek~ ( T _ T )

Dengan air mata membanjir,
Cindy

Kamis, 30 Januari 2014

Jumat, 17 Januari 2014

Astaghfirullah...

Hhh...

Gimana, ya?

EEEEEERGH!!!! BOLEH TERIAK BENERAN GAK, NIH?!

Astaghfirullah...

Daku punya kalimat penyemangat setiap kali ngerasa capek; bilang capek nggak akan ngurangi rasa capek itu sendiri. Tapi... tapi... tolong izinkan daku berkeluh kesah untuk kali ini saja uowowow~ *deshplakk*

Kenapa ya, lingkunganku beberapa hari terakhir hectic buanget rasanya. Daku yang orangnya terlalu volatil ini jadi kebawa stres dan malah sempat tumbang berhari-hari. Barangkali kebawa suasana anak-anak yang... apa ya... ribet banget gitu masalah ujian. Padahal daku anaknya angin-anginan banget gini. Entah kenapa orang-orang di sekelilingku terlihat bergerak dengan kecepatan tinggi dan bergerak gak beraturan sampe bikin daku (selaku pengamat) jadi pusyiang lihatnya.

Hhh...

Cuma masalah ujian...

Baru masalah ujian...

Tapi sebetulnya bukan cuma itu.

Btw, yang bener-bener bikin daku gak tahan kali ini itu masalah kosan. Rasanya pengen meledak gara-gara suasana di sini, tapi daku gak ada tenaga lagi. Daku sampe BINGUNG mau gimana lagi njelasin keadaan kosan daku. Sekarang ini, di luar kamar ini, mbak-mbak kosan (yang kusebut 'wanita-wanita menakutkan') lagi misuh-misuh, mukul-mukul barang, memaki-maki, ngomel-ngomel, etc etc. (Perhatian: ini beneran, bukan kiasan.)

Asskdfjasiufhasilgjiakslhgasss!!!

Dengan bahasa yang paling sopan bisa kubilang kalau kosanku ini bobrok banget. Bangunannya ya maksudku. Coba bayangkan gimana rasanya kalau; pulang sore dari sekolah, nyampe gerbang lihat GUNUNGAN sampah yang belum diangkut, bagian depan kosan lagi dibangun dan itu artinya kosan kotor, musim hujan; bocor dari mana-mana dan akhirnya bagian dalam kosan becek di mana-mana. Baru masuk kosan aja rasanya udah juengkel setengah mati. Joroknya minta ampun. Daku mencoba sabar dan memilih untuk ndekem di kamar saja.

Masalah selesai...

...kukira.

Tapi ternyata belum.

Daku sudah di kamar tapi suasananya sangat nggak enak. Daku paling nggak tahan dengar suara orang teriak. marah, ngomel, atau mengungkapkan kemarahan. Kenapa? Karena bikin pengen marah juga (makanya daku benci bagian ngereto di LDK). TAPI SEJAK TADI ITU MBAK-MBAK KOSAN NGOMEL-NGOMEL DI DEPAN KAMARKU!!

Astaghfirullah... (Daku sholat Maghrib sampe dua kali gara-gara nggak khusyu'. Daku ngaji dengan suara lebih nyaring daripada biasanya. Niatnya biar mbak-mbaknya pindah tempat atau melanin suara. Tapi suaranya embaknya keras banget. Ya Allah, daku nggak bermaksud nguping. T___T)

Jadi ceritanya, mbak-mbak kosan pada sebel sama keadaan kosan yang sangat bobrok itu. Masalah sampah yang di depan, katanya gara-gara yang punya kos belum bayar uang sampah apa gimanaaa gitu. Terus pengurus kosan semingguan ini gak dateng. Mbak-mbaknya kayaknya dendam banget sama ibu pemilik kosan (sampe misuh-misuh etc). Mbaknya rundingan macem-macem buat minta pertanggungjawaban sama ibu kos. Akhirnya mbak-mbak itu ng-SMS dan jawaban ibu kosnya bikin suasana makin panas. Intinya SMS balasan itu isinya "kalo nggak suka di sini mending anak-anak cari kosan lain aja". WTF!!!

Hhh...

Astaghfirullah...

Apa nggak capek gitu ya, ngomel-ngomel berjam-jam gitu? Daku yang marah dengan hanya diam saja aja lemes banget og. Yak, sampe sekarang omelan-omelan para wanita menakutkan itu masih berlanjut. Semoga cepet selesai karena daku sama sekali nggak bisa konsentrasi sekarang...

Astaghfirullah...

Kamis, 09 Januari 2014

You may think it's hypocritical...

(Ditulis dengan mental kurang tenang gara-gara period. Aduh, pinggangku sakit... *abaikan*)

Aku sering mikir yang macam-macam kalau lagi sendiri dan gak ada yang diajak omong. Kadang-kadang di tengah introspeksi diri itu daku nangis sendiri gara-gara nyadar kalau masih banyak dosanya. *sigh*

Dengan air mata mengalir (dan ingus meler) itu daku sering galau. Galaunya gara-gara daku masih suka ragu buat ninggalin yang bikin dosa. Padahal balasannya sudah jelas dan nggak perlu diragukan lagi.

Kalau mengingat masa lalu, rasanya lebih nyesek lagi. Pasti nyesel dan bilang, "Lho, dulu daku pernah kek gitu." Hidup gak ada undo-nya. Bisanya merbaikin yang di depan, dan bersihin dosa-dosanya doang. Daku galau karena belum sanggup melaksanakan dua-duanya. Daku galau beraaaaaaat aaaaaaaa depresi bangeeeet.

*sigh*

Aku mellow banget hari ini. Ngapain dikit mewek. Galau berat. Kayak Fugu setelah kematian Mr. Noodle. (Aish...)

Yah, sudahlah.

Sabtu, 04 Januari 2014

Halo (Lagi), Nyeri Tangan Kanan



Oke, jadi...

Hari ini daku cuti masak dan melakukan pekerjaan rumah yang selama dua minggu terakhir jadi kesibukan utamaku. Soalnya pergelangan tangan kananku nggak bisa gerak.

Ulangi, nggak bisa (di)gerak(in).

Kalau dikau sudah berpikir ini lebay, bersiaplah untuk kaget karena sebenernya lengan kananku nyeri dari bahu sampai ujung jari. Sendi bahu kananku yang emang gak beres sejak awal itu biasanya emang udah ‘kletek-kletek’. Sekarang rasanya 'glodak-glodak' gitu (oke, lebay). Pergelangan tangan yang sebelumnya bernasib sama dengan bahu malah sekarang gak bisa gerak. Ditekuk sedikit aja rasanya SUAKIIT BUANGEEET (make capslock biar mantep *plakk*).

Pagi ini daku nyapu lantai dll pakai tangan kiri. Bales pesan juga pakai tangan kiri. Sulit ternyata. Aku takut kalau lawan bicaraku gak sabar gara-gara daku balesnya lama *cry*. Hhh, bahkan post ini juga diketik hanya dengan tangan kiri. Ya, mencet satu-satu gitu... *sigh*

Oh ya, tadi daku nyaris nabrak anak kecil. ( ; __ ; )

Sebetulnya bukan salahku, sih. Daku kan tadi maksain diri buat belanja (naik sepeda pula, heu...). Daku takut jatuh tadi gara-gara tangan kanan nggak nggenggam setang. Makanya daku jalannya pelaaaan banget (trauma jatuh dari sepeda sampe tangan kaki lebam-lebam).Eh, di tengah jalan tau-tau ada anak cowok keluar dari gang dengan kecepatan tinggi tanpa tengok kanan-kiri dulu. Daku gak bisa ngerem pakai tangan kanan. Sesaat panik & sepedanya goyang. Tapi untung gak jatuh. Untung sejak awal daku jalannya pelan. Bikin kaget aja tuh adik kecil *geregetan*.

Btw, selama liburan ini skill memasak daku naik level (sepertinya) *bangga*. Cedera tangan ini juga keknya berhubungan sama latihan masak berhari-hari. Terutama waktu nguleg LoL. Kemarin waktu masak daku melakukan perubahan dalam caraku menghaluskan bumbu. Tapi perubahan itu malah membawa kesalahan LoL.

Daku dikomentarin emak kalau daku ngulegnya lama (mau gimana lagi, berat sih). Katanya bumbu itu kalau dihalusin jangan ditumbuk, tapi digencet terus diuleg (daku nggak tahu bedanya apa =____=, tapi kalau gak ditumbuk dulu daku gak kuat). Emak daku bisa ngehancurin bawang dalam sekali gerus. Daku gak kuat LoL. (Bayangkan bisa sekuat apa para ibu itu...)

Habis itu daku dibilangin, kalo nguleg itu tekanannya dari pergelangan tangan, bukan dari lengan atau siku. Daku praktikin deh saran beliau. Emang bener, lebih gak pegel (di lengan). Tapi beberapa jam kemudian bagian carpus rasanya perlahan-lahan rontok *cry*. Daku lupa pergelangan tanganku gak beres dan malah menganiayanya tanpa belas kasihan *sobs*.

Daku gak berani ke klinik sendirian (gara-gara khawatir bakal jatuh dari sepeda karena gak kuat megang setang). Tapi emakku juga gak di rumah, dengan kata lain gak ada yang nganter. Entah tanganku ini nasibnya gimana, soalnya kliniknya kalo hari Minggu buka siang. Hh...

Semoga cepet normal lagi deh. Udah gak bengkak, sih...

PS: Aku serius. Sakit buanget! Daku ngangkat mug (berisi kopi) buat minum aja gak kuat. AAAH!!